59 Kali

SAMARINDA. Kota Samarinda kini sudah memiliki ruang Command Center. Ruang pusat komando sekaligus pengendali pemberian pertolongan kepada masyarakat saat kebencanaan terjadi, ganguan kamtibmas, maupun darurat kesehatan. Konsepnya sama seperti 911 milik Amerika sebagai pusat penanggulangan keadaan darurat.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang, selasa (20/8) pagi berkesempatan meresmikan layanan informasi terintegrasi tersebut dengan berbasis teknologi yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, di Balaikota. Selain Command Center, dua unit layanan lainnya adalah Media Center dan Data Center.

Hujan lebat pagi itu tidak membuat kendor niat dan semangat semua yang hadir pada acara dimaksud. Dalam sambutannya, Jaang menyampaikan jika perkembangan teknologi yang kian marak menuntut terobosan dan inovasi harus terus diperbaharui. Termasuk diantaranya komitmen untuk membangun sebuah produk digital agar bisa mengimbangi kemajuan teknologi.

“Menggunakan teknologi sudah menjadi keharusan. Di zaman sekarang kada (tidak, red) mungkin lagi Walikota dan Kapolres bisa mengawasi kota, cukup lewat CCTV sudah bisa kita pantau di Command Center. Jadi dengan kemajuan teknologi tidak usah lagi menghadap Walikota, bisa lewat teleconference kita bisa komunikasi dengan jarak jauh tanpa harus bertatap muka,” tutur Jaang.

Ia menginginkan dengan hadirnya Command Center, aparat pemerintah sudah bisa bertransformasi dengan dunia digital. Termasuk unsur-unsur yang ada di perangkat kelurahan yang harus siap untuk mengikuti loncatan teknologi. Salah satu diantaranya tanda tangan elektronik.

“Jadi surat-surat rekomendasi yang dikeluarkan kelurahan maupun kecamatan bisa kelar tepat waktu dengan tanda tangan elektronik. Jadi nggak ada alasan lagi Lurahnya belum tanda tangan karena tidak ada di kantor,” singgung Walikota.

Begitu pun dengan teknologi Panic Buton dan Home Care, Jaang meminta kepada Diskominfo untuk memberikan pelatihan kepada Ketua RT di Samarinda agar bisa terlatih dalam menggunakan aplikasi jika memerlukan bantuan darurat yang nantinya terintegrasi dengan Command Center.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah mengatakan jika kehadiran Command Center saat ini merupakan sebuah kekuatan mimpi yang sekarang  sudah menjadi kenyataan. Karena menurutnya, hampir semua daerah tentunya ingin memiliki Command Center tapi tidak semua bisa terwujud.

“Kadang ada yang sudah punya gedungnya tapi tidak dilengkapi fasilitas, begitu pun sebaliknya. Tapi alhamdulillah dengan niat dan tekat yang kuat Samarinda akhirnya punya Command Center,” seru Kadis Kominfo ini bersemangat.

Dayat begitu ia disapa, menambahkan bahwa Command Center tadi merupakan pusat semua kegiatan OPD se-Samarinda. Pihaknya sendiri sudah melakukan kerjasama dengan 7 OPD, seperti Dishub, Dinas Kesehatan, Dinas Penanggulangan Bencana dan Damkar untuk mengirimkan stafnya sebanyak 4 orang untuk bisa berjadwal mengisi ruang komando tersebut.

“Aktifitas kegiatan terpusat disini. Misalnya kalau ada kejadian kebakaran dan lainnya, nanti dikendalikan lewat Command Center,” tuturnya.

Apalagi sambungnya, kini di Samarinda sudah terpasang 26 titik Closed Circuit Television (CCTV) yang tersebar di seluruh ruas jalan protokol dan taman kota, sehingga kegiatan lalu lintas sudah bisa dipantau lewat Command Center.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan pembagian rewards kepada 3 Kelurahan yang dianggap terbaik dalam mengimplementasikan program Smart City melalui pelayanan e-Kelurahan. Tiga terbaik tadi diantaranya adalah Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Sempaja Timur dan Kelurahan Karang Asam Ulu. (kmf4)

Penulis/Fotografer: Ahmad Haidir/Ferdy --Editor: Doni

Di Fornas V Wagub Panahan, Walikota Sumpit

Berita Sebelumnya

Walikota Tinjau Persiapan Posko Segiri Bersinar

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar