116 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS- Sebagai konektivitas terpadu dalam mendukung Ibu Kota Negara (IKN), Pengembangan Bandara APT Pranoto tengah dibahas serius. Pengembangan ini sangat penting dilakukan karena untuk mendukung eksistensi bandara dalam mengakomodir kapasitas 20 juta penumpang tiap tahunnya sesuai arahan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas hingga tahun 2045 mendatang. 

Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda,  Agung Pracayanto saat memaparkan hasil review pengembangan bandara, Selasa (9/11/2021) siang di Balaikota menjelaskan terhitung sejak tahun 2019, jumlah trafick penumpang yang berangkat dan datang melalui bandara APT Pranoto tembus diangka 1.2 juta penumpang per tahun. Angka tadi drastis menurun sejak pandemi Covid 19 melanda kota Samarinda mulai tahun 2020 menjadi 690 ribu penumpang.

Kini sambung pria berkacamata ini bandara APT hanya dilengkapi panjang runway 2.250 meter. Maka atas arahan dari Kepala Bappenas yang menginginkan bandara untuk dilakukan pengembangan yang disesuaikan dengan indikasi kapasitas ultimate hingga 20 juta penumpang tiap tahun, maka rencana masterplan hasil review dari konsultan perlu untuk disampaikan agar tidak bersinggungan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang diputuskan Pemkot Samarinda dikemudian hari.

“Jadi selain panjang runway yang perlu ditambah menjadi 3.000 x 45 meter, pengembangan terminal penumpang baik dari sisi kiri dan kanan seluas 71,971 persegi juga harus kita lakukan,” ungkapnya.

Jadi jika ditotal lahan yang diperlukan dalam pengembangannya nanti sambung Agung, pihaknya membutuhkan lahan seluas 158,9 hektare.


Sementara, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun yang memimpin langsung jalannya rapat tersebut mendukung penuh upaya pihak bandara terkait dalam pengembangan bandara APT Pranoto saat ini dan di masa mendatang sesuai kebutuhan pelayanan jasa angkutan udara.

Karena kata dia, konektivitas transportasi udara di ibu kota negara (IKN) nanti tentunya akan membawa dampak pada status bandara APT Pranoto itu sendiri naik kelas menjadi status bandara internasional.

“Jadi Pemkot Samarinda wajib mendukung pengembangan kedepannya dan dukungan ini sesuai kemampuan kami. Cuma dukungan uang aja yang tidak bisa kami bantu, kalau anggaran APBD kami besar mungkin juga akan kami bantu untuk mengkondisikan pelepasan lahannya,” kata Wali Kota seraya bergurau.

Oleh itu, mantan Wakil Ketua DPRD provinsi Kaltim dua periode ini meminta kepada pihak bandara agar segera menunjukan ruang lahan yang ditetapkan dalam pengembangan bandara nantinya. Maksudnya agar bisa bersesuaian dengan RTRW di kota Samarinda.

Mengingat dikepemimpinannya saat ini, Andi Harun juga tengah serius dalam menanggulangi penanganan banjir di kota Tepian dengan berkolaborasi bersama Pemprov Kaltim dan Balai Wilayah Sungai.

“Jadi banyak titik banjir yang harus diamankan termasuk di wilayah Utara Samarinda berdekatan dengan bandara, dimana tahun depan kami akan membangun kolam retensi di wilayah Sungai Siring dan Pampang untuk menanggulangi debit air yang turun ke daerah Lempake, Perumahan Bengkuring dan Perumahan Griya Mukti,”kata Andi Harun

Harapannya sambung AH -begitu Andi Harun disapa-, Pemprov Kaltim juga bisa melakukan langkah yang sama, yakni dengan membangun kolam retensi diatas bandara untuk membendung kiriman air dari Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara agar tidak mengalir menuju kawasan Bandara APT Pranoto.

Selain para pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda, hadir dalam kesempatan itu kepala PUPR-Pera Provinsi Kaltim AM Fitra Firnanda dan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda Harya Muldianto. (CHA/DON/KMF-SMD)

Pemkot Gelar Bimtek, Jelang Uji Coba Aplikasi SERAP di APBD Perubahan

Berita Sebelumnya

Hadiri Peringatan Maulid di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Ajak Tauladani Sifat Rasulullah

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar