265 Kali

SAMARINDA-Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan dalam setahun Indonesia mengalami sedikitnya 3.253 kejadian bencana alam atau dalam sehari ada 9 kali kejadian bencana.

 

Pengalaman kebencanaan ini menurut Presiden, harus dijadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk bencana yang terjadi di negeri ini.

 

Hal ini disampaikan Presiden didalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 melalui virtual di Istana Negara, Rabu (3/1).

 

Untuk diketahui, dari periode Februari tahun 2020 hingga Februari tahun 2021 Indonesia dihadapkan dengan berbagai bencana, mulai dari Gempa Bumi sebanyak 28 kali, 7 kali bencana erupsi gunung api, Banjir 1260 bencana, Tanah Longsor 641 bencana dan yang terahir adalah Pandemi Covid-19.

 

"Jangan terlambat, jangan terlambat. Ini bukan berarti aspek yang lain dalam manajemen bencana tidak kita perhatikan. Bukan itu. Tapi juga jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi," Kata Presiden Joko Widodo

 

Jokowi begitu Joko Widodo dipanggil mengatakan, semua jajaran harus mempersiapkan diri dengan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik dan detail. Karena itu, kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus selaras.

 

"Jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan. Seperti itu tidak boleh terjadi," ujar Jokowi.

 

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Mardano mengungkapkan Indonesia mengalami kerugian ekonomi senilai Rp22,8 triliun setiap tahun akibat bencana.

 

"Momentum satu tahun bencana Covid-19 adalah kesempatan untuk melakukan evaluasi, mempertahankan yang sudah baik dan menyempurnakan yang masih kurang," Kata Doni

 

Setelah mendengar arahan Presiden RI tadi, Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun meminta semua pihak berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menghadapi bencana sebagai upaya peningkatan mitigasi melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

 

 “Mohon bapak ibu pimpinan untuk selanjutnya diteruskan kepada para kepala OPD untuk betul-betul bersinergi. Ini masalah kita bersama dan harus kita selesaikan bersama. Tidak boleh lagi saling menyalahkan dalam urusan bencana, mari kita bersama-sama selesaikan masalah banjir,” pungkas Andi Harun.Bar/Cha/KMF-SMD

 

Rakor Lintas Perangkat Daerah, Kendalikan Dampak Kenaikan Harga Cabai

Berita Sebelumnya

Sarung Samarinda Sudah Cukup Terkenal, Dekranasda Samarinda Bakal Maksimalkan Produk Lain

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar