81 Kali

SAMARINDA. PT Eswarico Tama, perusahaan berskala nasional menawarkan kerjasama dalam upaya peningkatan pelayanan air bersih PDAM Tirta Kencana Samarinda. Kerjasama yang ditawarkan berkonsep Build Operate Transfer (BOT) dengan saling menguntungkan. Kerjasama tersebut melanjutkan kerjasama BOT dengan IPA Bendang 2 kapasitas 400 liter/detik, menyediakan air bersih siap pakai yang memenuhi standar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan mengimplementasikan sistem pengelolaan air berbasis Internet of Thing (IOT) dengan penggunaan Smart Water Meter dan Smart Power Meter.

 

“Kami sebagai Pemerintah Kota Samarinda berkeinginan yang terpenting PDAM itu aliran airnya lancar, baik siang dan malam. Karena itu salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat, terlebih lagi biayanya harus murah agar tidak memberatkan masyarakat,” ucap Wakil Walikota Samarinda M Barkati dalam arahannya pada Rapat Permohonan Kerjasama dan Presentasi PT Eswarico Tama di Aula Rumah Jabatan Walikota, Jumat (13/9) pagi.

 

Mengenai permohonan kerjasama ini, Barkati meminta urusan kerjasama sebelumnya diselesaikan dulu agar tidak menimbulkan masalah baru.

 

“Diharapkan sebelum melakukan kerjasama yang baru diselesaikan terlebih dahulu urusan sebelumnya, baik dengan PT Wahana Abadi Tirtatehnika Sejati (Wats) ataupun PT Dapindo Jaya Mandiri agar tidak menemui masalah baru lagi di kemudian hari,” terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, Barkati memberi masukan kepada PDAM jika ada masalah di lapangan supaya diselesaikan sampai tuntas.

 

"Baik Pak Walikota ataupun saya jangan dilapori yang baik–baik saja, mending dilapori yang jeleknya dulu, sehingga bisa segera dicari solusinya. Apapun kritikan yang dialamatkan kepada PDAM atau Pemkot tentang masalah air itu jangan ditanggapi negatif," tegasnya.

 

Semua itu menurutnya kepedulian dan kecintaan masyarakat pada Kota Samarinda. Karena sudah sewajarnya  Pemkot wajib melayani dengan baik.

 

"Untuk PDAM, Bapak Walikota tidak pernah menuntut atau menargetkan PAD dari PDAM. Itu bukti keseriusan Pemkot untuk melayani seluruh warganya dengan baik," tegas Barkati.

 

Menurutnya kritikan itu adalah bentuk semangat dan motivasi yang harus dilaksanakan dengan baik, bagaimanapun kedepannya PDAM harus menyiapkan segala sesuatunya mulai hal teknis dan non teknis.

 

"Jangan mengulangi kesalahan–kesalahan yang lalu. Tidak apa meskipun kita terkesan lambat, tetapi masih mau berbenah lebih baik lagi demi melayani lebih maksimal masyarakt Kota Tepian,” beber Barkati.

 

Sementara itu Ketua Dewan Pengawas PDAM Samarinda Aji Syarif Hidayatullah menambahkan untuk kerjasama ini agar PDAM yang langsung berhubungan dengan pihak ketiga. Dalam artian Pemkot Samarinda hanya mengetahui dan mengawasi sebagai pemilik.

 

Menurut Dayat--demikian Aji disapa, karena kalau Pemkot ikut mengurusi yang seperti ini prosesnya sangat panjang sebab menyangkut aspek hukum. 

 

“Jadi bila urusannya bisnis to bisnis, Pemerintah jangan dilibatkan. Tapi tetap sebagai pengawasan saja, karena Pemkot juga mempunyai penyertaan modal. Jadi cukup PDAM yang langsung terlibat dengan pihak ketiga, kami sebagai badan pengawas mewakili Pemkot cukup mengetahui dan mengawasi saja. Kalau menurut PDAM kerjasama ini menguntungkan ya silahkan saja, Pemkot Samarinda siap mendukung penuh. Karena tujuannya untuk masyarakat luas juga,” jelas Dayat yang juga Kepala Dinas Kominfo Samarinda.

 

Ditambahkan Dayat memang diakui kalau krisis air baku, sehingga pasokan ke masyarakat masih banyak keluhan. Dengan adanya permohonan kerjasama ini dari PT Eswarico Tama, ia merasa cukup bagus karena bagi PDAM membangun Bendang dan IPA baru juga sangat berat. Sedangkan Walikota, Syaharie Jaang berkeinginan tetap melayani masyarakatnya dengan baik. Tetapi dengan kondisi PDAM saat ini sangat sulit sekali menurutnya dengan jumlah penduduk yang terus bertambah di Kota Samarinda juga dilihat dari wilayah Kota Tepian yang sangat luas.

 

"Jadi kalau tidak dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga, tidak akan bisa secepat yang diminta Bapak Walikota," tandasnya.

 

Tetapi menurut Dayat yang menjadi catatan selama ini setiap kali bekerjasama dengan pihak ketiga selalu berakhir dengan masalah terutama hukum. Oleh sebab itu, kali ini harus dikaji mendalam plus minusnya bagi PDAM dan Pemkot Samarinda. Terpenting, masyarakat bisa terlayani dengan baik.

 

Rapat itu sendiri dihadiri Asisten I Tejo Sutarnoto, Staf Ahli Bidang Ekonomi Nina Endang Rahayu, Kepala Bappeda Ananta Fathurrozi, Kabag Ekonomi Ibrohim, Kabag Kerjasanma Yuyum Puspitaningrum, Dirut PDAM Nor Wahid Hasyim, Kepala Inspektorat Mas Andi Suprianto dan undangan terkait lainnya. (kmf5)

 

Penulis: Afdani --Editor: Doni


 

 

Hadiri HUT Sekolah Katholik, Walikota Ingatkan Bahaya Narkoba

Berita Sebelumnya

Puskesmas Loa Bakung Buka Pelayanan Tradisional

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar