25 Kali

SAMARINDA. Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Jl Wanyi, Sempaja Timur Samarinda akhirnya memiliki sumur bor air tanah bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) melalui dukungan DPR RI lewat program pengentasan daerah sulit air bersih. Penyerahan dilakukan oleh Staff Khusus Kementerian ESDM Eddi Hariyadhi bersama anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam kepada Wakil Walikota Muhammad Barkati yang selanjutnya diserahkan kepada Pimpinan Ponpes Al-Fatah Syamsu Arifin, Kamis (5/9).

"Bantuan sumur bor ini berkat perjuangan beliau dan rekan-rekan di Komisi VII, serta kerjasama antara kementerian ESDM dan Pemprov Kaltim, sehingga di Samarinda mendapat 3 sumur bor, salah satunya di sini," ucap Wawali dalam sambutannya.

Adapun 3 titik sumur yang diserahkan di Kota Samarinda dari total 22 se-Kaltim, yakni Ponpes Nabil Husein Sungai Kunjang, Ponpes Al-Fatah dan Masjid Ad-Dakwah Teluk Lerong Ilir. Wawali berharap bukan hanya 3 sumur ini, melainkan yang ini sebagai awal dan akan bertambah terus. Karena menurutnya, air bersih ini merupakan kebutuhan dasar, termasuk di Samarinda.

"Walaupun kita di Samarinda ada sungai Mahakam, kalau kemarau, meski sungai tidak kering, tapi air asin masuk ke sungai, sehingga tidak bisa diproduksi PDAM dan dikonsumsi warga," ucap Wawali.

Kepada pengelola sumur bor, Wawali berharap agar benar-benar dimanfaatkan dan bisa pula dimanfaatkan warga sekitar.

"Kadang air PDAM juga mati, sehingga kehadiran sumur bor ini bisa bermanfaat untuk warga sekitar. Tolong dirawat dan dipelihara agar terus bermanfaat," pungkas Wawali saat didampingi Asisten II Endang Liansyah dan Kepala Dinas PUPR Hero Mardanus.

Ihwan sendiri dalam sambutannya mengatakan pihaknya kembali mengusulkan sebanyak 22 lagi melalui APBN 2020, sehingga Samarinda kembali kebagian 3 titik lagi.

"Banyak program yang kami dorong bersama Kementerian ESDM, seperti hari ini menyerahkan sumur bor dan kemarin kami resmikan di PPU dan Paser," tandasnya.

Sementara Eddi dalam sambutannya mengatakan air memang kelihatan sederhana, tapi masalah air ini bukan hanya di Samarinda, tapi nasional, bahkan dunia.

"Komisi VII adalah mitra. Lebih 50 persen anggaran di Kementerian ESDM  digunakan untuk hal-hal seperti ini, juga ke hal lainnya termasuk listrik sebagai kebutuhan dasar," pungkas Eddi yang mengaku baru 16 tahun kembali lagi menginjakan kaki ke Samarinda.(kmf2)

Penulis/Editor: Doni

Walikota Tinjau Home Industri Mie

Berita Sebelumnya

Air Bersih Kerap Dikeluhkan, Sekda Kumpulkan Direksi PDAM

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar