202 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Samarinda membeberkan hasil kajian pengembangan jalur singgah alternatif Desa Budaya Pampang pada jalur poros menuju Bandar Udara (Bandara) APT Pranoto. Di mana hasil kajian tersebut di seminarkan dengan melibatkan pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda, pelaku industri pariwata, dan toko adat Desa Budaya Pampang yang berlangsung di Balai Kota, Rabu (7/7/2021) pagi.

Kepala Balitbangda Kota Samarinda, Isfihani dalam laporannya mengatakan kajian pengembangan jalur singgah ini merupakan bagian dari pengembangan potensi destinasi wisata baru di kawasan Desa Budaya Pampang. Oleh karena itu, diperlukan untuk merumuskan pengembangan wilayah dan strategi pengembangan jalur singgah nantinya dengan melibatkan peneliti dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kaltim.

“Jadi maksud pengembangan jalur di sini adalah di mana hasil kajian atau rumusan para peneliti nantinya bakal ada jalur alternatif baru menuju Bandara APT Pranoto dari jalur Desa Budaya Pampang, selain jalur poros utama yang saat ini masih digunakan masyarakat,” ungkapnya.

Jalur alternatif tadi menurut Isfihani sangat perlu untuk di rumuskan, karena jalur tersebut lebih efisien dari segi jarak, waktu, hingga kepadatan lalu lintas yang minim. Selain itu, sektor pengembangan pariwisata juga didapatkan. Karena nantinya ada jalur singgah yang bisa dimanfaatkan bagi pengguna jalan sambil berwisata.


Sementara, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun ketika membuka seminar tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Balitbangda yang telah melakukan pengembangan kajian jalur singgah alternatif tersebut. Ia menginginkan hasil kajian itu nantinya harus bisa menjadi proyek strategis untuk dikembangkan. Karena rumusan itu dianggap dapat memecahkan masalah serius pada jalur menuju bandara yang selama ini dianggap padat akan lalu lintas.

“Sedangkan untuk jalur masuk Desa Budaya Pampang sendiri tahun depan saya harap lewat APBD murni bisa dilakukan pembenahan dengan merapikan tumbuhan liar yang memadati sisi kiri dan kanan jalur tersebut dan perbaikan di Desa Budaya Pampang itu sendiri,” pinta Wali Kota.

Intinya melalui seminar pagi itu, Andi Harun menginginkan ada solusi berupa peningkatan multiplier effect mulai dari segi peningkatan ekonomi, pengembangan jalur alternatif, dan juga peningkatan untuk sektor pariwisata.

“Harus diakui jalur utama saat ini kurang menarik. Idealnya jalur dari bandara masuk ke Kota Samarinda itu harus engaging (menarik, Red) saat dipandang. Semoga harapan ini ke depan bisa dilakukan pembenahan pada jalur dan trotoar jalan yang dianggap vital,” tandas Wali Kota.  (CHA/HER/KMF-SMD)


Pro-Bebaya, Warga Handil Bakti Bangun Akses Jalan Menuju Lahan Pertanian

Berita Sebelumnya

Tegakkan PPKM Samarinda, Tim Gabungan Sasar Kafe dan Tempat Nongkrong

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar