92 Kali

SAMARINDA. Warga Samarinda tampaknya harus kembali bersabar. Pasalnya Museum Samarinda yang akan dibuka dalam waktu dekat ini ternyata mesti diundur lagi, karena masih ada beberapa sejarah tentang Kota Samarinda yang masih belum terpajang.

Hal itu disampaikan langsung Walikota Samarinda Syaharie Jaang, saat ditemui usai melakukan peninjauan di Museum Samarinda, pada (6/3) siang tadi.

Menurutnya, persiapan pembukaan museum belum maksimal, terdapat beberapa persiapan yang harus segera diselesaikan. 

Bahkan sebut Walikota ada beberapa sejarah yang belum terpajang seperti nformasi atau masa lalu kota Samarinda sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan, sehingga nantinya bisa ditampilkan sejarah bagi anak bangsa.

“Perlu ada tambahan informasi tentang awal berdirinya SMA 1 dan SMP 1 termasuk pencetusnya dan kenapa SMA 1 itu lahir ? Idenya dari siapa? Kalau perlu kepala sekolahnya yang ada saat itu perlu kita tampilkan,” ucap Jaang.

Jaang juga menyebutkan bahwa sejarah tersebut merupakan bagian penting untuk ada di dalam museum, hal itu dikarenakan tanah pembangunan museum tersebut merupakan bekas lahan SMA 1 dan SMP 1 yang kini telah berganti rupa menjadi ruang terbuka hijau dan Destinasi Wisata Museum Samarinda.

“Kita informasikan yang perlu kita tampilkan juga kepada para alumni-alumni yang saat ini sukses, seperti Gubernur kita yang merupakan alumni. Sukses itu bukan hanya menjadi Walikota dan Gubernur. Sukses itu orang-orang yang sukses dalam pendidikannya, birokrasi, legislatif, seniman, atau bahkan sukses menjadi ulama dan lainnya,” ungkap Jaang.

Lebih lanjut Jaang mengatakan akan mengkomunikasikan untuk menunda pembukaan, dan merampungkan yang belum terselesaikan.

”Lebih baik kita tunda dulu, lalu kita menyelesaikan yang belum selesai. Lebih baik seperti itu ketimbang harus dibuka sekarang, akan tetapi cerita dan sejarah masih belum lengkap,” tutup Jaang. (kmf7)

Penulis: Alif Akbar

Mulai Senin, Jl Basuki Rahmat 2 Satu Jalur

Berita Sebelumnya

Walikota Lantik MP-PKD

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar