176 Kali

    SAMARINDA. Rencana Pemkot Samarinda untuk menggairahkan kembali ekonomi di Citra Niaga, sudah tak bisa ditunda lagi. Bahkan Walikota Samarinda Syahrie Jaang, memiliki cita-cita besar agar Citra Niaga bisa kembali dilirik publik menjadi lokasi untuk menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga.

    Konsultan Revitalisasi Citra Niaga Wardhana, saat mempresentasikan konsep bangunan yang menjadi ikon kota Samarinda ini, Senin (19/11) sore kemarin mengatakan, selain bangunan yang sudah banyak berubah bentuk, nilai-nilai yang ada di dalam Citra Niaga, salah satunya kepatuhan pedagang juga sudah mengalami perubahan dari konsep awal pertama kali berdirinya Citra Niaga.

    Di masa lalu, kata Dhana--biasa Wardhana disapa, seluruh pedagang di Citra Niaga sangat tertib. Jika sudah ditetapkan batas meletakkan barang dagangan, maka itu tidak akan dilanggar.

    “Faktanya sekarang ini sudah banyak yang melanggar, belum lagi ditambah alas terpal yang dijadikan atap tambahan untuk melindungi barang mereka yang kelebihan batas tadi, tentunya sudah melenceng dari konsep-konsep awal terbentuknya Citra Niaga,” ungkap Dhana.

      Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah harga-harga barang yang dijual saat ini cukup tinggi.

      Dulu tambah dia, pengelola memiliki andil untuk menentukan harga barang sehingga imbasnya kawasan Citra Niaga memang menjadi pusat rekreasi, yang memang memberikan berbagai kepuasan kepada warga.
“Bukan hal yang mustahil jika ingin mengembalikan kejayaan Citra Niaga ke era sekarang, apalagi Bandara APT Pranoto sudah melayani akses langsung ke pulau Jawa, pastinya Pemerintah wajib memikirkan untuk mengembalikan  nilai-nilai serta konsep yang ada di Citra Niaga. Karena keberadaan bandara tadi pasti berdampak dengan hadirnya wisatawan yang berkunjung ke Samarinda,” urainya.

    Sebagai langkah awal, selain meneruskan konsep revitalisasi Citra Niaga yang sudah berjalan saat ini, setidaknya saran Dhana,  Pemerintah juga bisa memikirkan untuk mempercantik zona-zona sudut jalan besar menuju sentral komplek Citra Niaga. Seperti yang dilakukan kota-kota besar  yang memiliki pusat rekreasi untuk para wisatawannya.

    “Memang saya liat ada beberapa jalan yang perlu sentuhan tangan dari Pemkot, paling tidak dipercantik sedikit dengan menambahkan papan penunjuk jalan kearah Citra Niaga,” tambahnya.

    Tak itu saja, Dhana juga menyarankan agar  konsep gambar dari komplek bangunan Citra Niaga bisa disayembarakan, sehingga  para desain arsitektur yang ada di Indonesia bisa ikut terlibat menuangkan konsep ide-ide bangunan Citra Niaga kedepan.

    Sementara, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengutarakan, jika dirinya sudah memiliki rencana konsep baru untuk Citra Niaga. Tujuannya agar kawasan tadi bisa lebih berwarna mengikuti perkembangan zaman. Tentunya tanpa mengesampingkan etnik khas Samarinda agar tetap  ditonjolkan.

    “Selama ada kemauan untuk mempermak kawasan itu, bukan tak mungkin kejayaan yang sempat ada bisa dikembalikan,” kata Jaang.

     Kunci awal adalah ketegasan, dimana nantinya semua yang terlibat di dalam Citra Niaga harus ikut aturan main dari Pemerintah. Baik itu pedagang, konsep bangunan hingga pengelolaan parkir. Karena konsep yang diusung nanti sebenarnya bukan hanya dari sisi keindahan tapi lebih kepada kepentingan pedagang.

     “Karena kalau bersih dan rapi saya yakin ribuan orang bakal datang kesini baik itu berbelanja atau hanya sekedar bersantai bersama keluarga,” ungkap Walikota.

    Oleh itu, ia meminta tim yang terlibat dalam revitalisasi Citra Niaga untuk maju terus, cita-cita menjadikan ikon Samarinda ini menjadi magnet masyarakat sebagai destinasi liburan harus bisa terwujud.

    ”Kalau mikir masalah sosial terus, saya yakin proyek ini nggak bakalan berjalan. Untuk itu semua aparat bisa terlibat agar konsep ini bisa berlanjut,” pinta Jaang. (kmf4)

Penulis: Echa

Sehari Hadiri Tiga Peringatan Maulid

Berita Sebelumnya

Usulkan OPD Minim Struktur, Kaya Fungsi

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar