62 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang kembali kunjungan lapangan. Kali ini juga dilakukan di malam hari, Jumat (18/1) di Museum Samarinda, Menara lampu hias dengan ornament patung kuda di Taman Samarendah Jl Bhayangkara dan air mancur Taman Simpang Jl Kesuma Bangsa.

“Saya tidak ingin meresmikan proyek yang memang belum selesai dan dipaksakan. Begitu juga dengan Museum Samarinda tidak ingin cepat-cepat dilaunching, karena perlu dipersiapkan matang-matang. Saya maunya ada benda yang sangat bersejarah kalau perlu bisa mengolaborasikan kearifan lokal dan kemajuan zaman sekarang," ungkap Jaang yang didampingi Sekretaris Daerah Sugeng Chairuddin, Asisten II Endang Liansyah, kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Dadang Airlangga, kepala Dinas PUPR Hero Mardanus, kepala Diskominfo Aji Syarif Hidayatullah dan pejabat lainnya sambil meninjau Museum.

Jadi menurut Jaang tidak asal memenuhi space yang ada di museum Samarinda hanya karena ingin segera dilaunching. “Tentunya juga mengenai terkait sejarah SMPN 1 dan SMAN 1. Juga lapangan Pemuda,” imbuh Jaang mengingatkan.

Di kesempatan itu, Jaang dan rombongan yang melaksanakan shalat Isya di mushala sekitar Musium Samarinda, meminta Dinas PUPR membenahi tempat wudhu yang ada, sehingga kedua tempat wudhu khusus pria dan wanita bisa digunakan.

Selanjutnya peninjauan dilakukan ke Taman Samarendah melihat langsung pengerjaan ornament Patung Kuda disertai air mancur warna warni yang merupakan bagian dari pembangunan Menara lampu hias yang kini sudah 90 persen. "Ini juga sebentar lagi akan selesai dan bisa dinikmati oleh masyarakat. Air mancur warna warninya Insya Allah kita ujicoba 23 Januari," tutur Jaang.

Jaang mengutarakan semua penataan kota yang lebih baik ini agar kota Tepian bisa meninggalkan kesan bagi warga dan pengunjung yang dating, sekaligus mendorong pariwisata kota mengingat keberadaan bandara APT Pranoto.

Pimpinan proyek (Pimpro) pelaksana PT Vista Media, Sandi mengatakan, pengerjaan Menara lampu hias tersebut telah selesai. Sedangkan patung-patung kuda yang disertai dengan air mancur memerlukan waktu sebulan lagi.  “Mungkin sekira tiga minggu hingga satu bulan lagi baru selesai,” pungkasnya.

Total dana yang digunakan untuk pembangunan lampu hias dan Patung Kuda itu pun terbilang tidak sedikit. Namun Sandi tak mau mengungkap nominal. Ia hanya menegaskan bahwa dana tersebut murni dari corporate social responbility (CSR), dan tidak menggunakan dana pemkot. “Pokoknya miliaran rupiah,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Sandi menjelaskan, nanti akan dibuat tempat duduk dengan konsep edukasi di sekitar taman. Seperti bangku yang didesain menyerupai buku atau alat tulis. Sehingga selain tempat bersantai, taman ini sekaligus menjadi wahana edukasi bagi pengunjung.

Terkait museum Samarinda, Dadang menjelaskan progres  fisik kegiatan sudah 100% pada tahap II ini. “Fisik sudah 100 persen. Tinggal isi dari museum selanjutnya,” ucapnya. (Kmf7)

Penulis: Alif Akbar

Gowes Sambil Monitoring Pembangunan

Berita Sebelumnya

Pejabat dan Peserta Bigsize Berlomba Busana Sarung Samarinda

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar