122 Kali

SAMARINDA. Tahapan lanjutan penertiban bangunan di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Pasar Segiri yang sempat terhenti, Rabu 5 Agustus kembali dilanjutkan. Mendukung kelancaran, warga diminta untuk tidak melintas di akses jalan Pasar Segiri.

 

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) sinergitas penertiban dan pembongkaran bangunan warga di tepi SKM Segmen Pasar Segiri dipimpin Sekretaris Daerah Sugeng Chairuddin di ruang rapat Dinas PUPR Samarinda Jl DI Pandjaitan, Senin (3/8/2020).

 

Hadir Asisten I Setda Tejo Sutarnoto, Asisten II Setda Nina Endang Rahayu, Kasatpol PP M. Darham, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurrahmani, Pasiter Korem 091/ASN Rahman, Denpom VI/I Gunawan, Polresta Samarinda Irfan dan Lurah Sidodadi Suliadi, Camat Samarinda Ulu Fahmi, dan Direktur Teknik Perumdam Ali Rachman.

 

Seperti diketahui menjelang penertiban tepatnya 5 Agustus mendatang masih banyak bangunan yang belum dibongkar, Pemkot Samarinda menunjukan keseriusannya untuk menata lokasi tersebut. Bangunan yang telah selesai administrasi, sudah dicairkan dana kerohimannya oleh Pemkot Samarinda.

 

“Nanti bangunan yang telah kita ganti rugi dibongkar terlebih dahulu, semuanya sampai batas-batas yang sudah ditentukan,” ujar Sugeng.

 

Sugeng menyampaikan akan terus berkoordinasi dengan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda, karena pembongkaran kali ini bersamaan dengan pandemi Covid-19, nantinya tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Dikatakan Sugeng nanti juga akan ditutup sementara jalan di sekitar segmen Pasar Segiri.

 

“Pembongkaran kali ini juga kita harus tetap waspada karena adanya pandemi Covid-19, kita juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya himbau masyarakat pada saat pembongkaran tidak melalui Jl Pahlawan menuju Jl Dr Sutomo, begitu juga sebaliknya dari Jl Dr Sutomo mengarah Jl Pahlawan. Karena nantinya kita fokuskan untuk akses keluar masuk mobilisasi petugas yang tergabung dalam pembongkaran,” tegasnya. (fan/don/kmf-smd)

Lewat Virtual, Jaang Kumpulkan Kepala Sekolah TK, SD dan SMP Bahas Metode Pembelajaran

Berita Sebelumnya

Kawan Lama Foundation Berikan 3.000 Masker dan 50 Liter Hand Sanitizer

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar