46 Kali

SAMARINDA. Jangan khawatir untuk mengantre lama untuk urusan pajak. Karena di Kota Samarinda kini sudah ada dua Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) yakni untuk wilayah Samarinda Ulu dan Samarinda Ilir. Beroperasinya dua KPP Pratama itu ditandai dengan peresmian, Senin (1/10/2018) siang. Penambahan ini merupakan bagian dari kebijakan pusat sebagai konsekuensi logis dari capaian jimlah wajib pajak di Kota Samarinda yang terus meningkat tinggi. KPP Pratama Samarinda dinilai pantas dipecah menjadi dua dengan masing-masing wilayah sektor unggulannya berupa perdagangan besar dan eceran, jasa konstruksi, pertambangan, transportasi, serta perbankan. Tujuanya tentu tidak lain yakni untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat selaku wajib pajak.

 “Jangan dilihat kantor pajak itu hanya sekedar pembayaran serta penanganan masalah pajak saja. Tetapi banyak hal yang bisa dilaksanakan seperti konsultasi bagi yang belum paham, serta pembinaan. Harapan kita, pastilah kebijakan Dirjen Pajak dengan adanya pemekaran KPP Samarinda yang begitu luas dan besar menjadi dua unit pelayanan ini bisa semakin maksimal dan target nasional bisa tercapai mewakili wilayah Kaltim dan Kaltara,” ungkap Jaang.

Penopang utama pembangunan itu sendiri tambah Jaang, adalah pembayaran pajak oleh wajib pajak yang sangat disiplin. Itu sebagai salah satu bentuk nyata bakti warga dalam berbangsa dan bernegara. 

“Orang boleh investasi di kota-kota sekitar Samarinda seperti Kutai Kartanegara dan sekitarnya tapi berkunjung, berbelanja, dan menginap di Samarinda sebagai keunggulannya sehingga bisa membantu PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red) Kota Samarinda dari segi pajak. Kita mengetahui bahwa salah satu yang memberi andil dalam pembangunan adalah dari sektor perpajakan. Ini kan sudah 58 persen, target Kota Samarinda sendiri dengan menggeliatnya ekonomi angka wajib pajak tersebut akan terus bergerak naik. Sektor tambang yang mengalami kenaikan juga bisa menggerakkan sektor lainnya seperti kuliner dan lainnya yang ikut naik,” ulas Jaang. 

Dalam kesempatan tersebut juga dibuka sumbangan secara spontan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Total yang terkumpul Rp 3.902.000 dan akan disalurkan melalui Pemkot Samarinda di bawah koordinator Dinas Komunimasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda. Jika ditambah dengan sumbangan yang digalang di hari sebelumnya, total dana yang terkumpul kini mencapai Rp 54.835.000,- (selengkapnya baca grafis). Namun dompet peduli ini masih terus dibuka bagi semua warga yang ingin berbagi kasih secara sukarela untuk para korban.

“Pemkot Samarinda juga sudah membuka dompet peduli bencana gempa seperti yang dilakukan pada gempa Lombok sehingga pada kesempatan ini saya harapkan kiranya dengan suka rela, mari kita berbuat untuk saudara-saudari kita yang terkena musibah di Palu dan Donggala. Jumlahnya akan terus dipublikasikan di media,” ajak Jaang didampingi Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah. (kmf5/kmf3)


Lampiran:

Grafiskan:

Daftar penyumbang dana bantuan untuk korban gempa bumi di Palu dan Donggala:

1. H Syaharie Jaang SH M. Si (Walikota Samarinda) : Rp 20.000.000,-

2. H Syahruddin (Kabag Humas dan Protokol Pemkot Samarinda) : Rp 1.000.000,-

3. Sumbangan dari para atlet dan panitia Popprov 2018 : Rp 7.827.000,-

4. Sisa sumbangan korban gempa di Lombok di rekening : Rp 22.106.000,-

5. Sumbangan spontan para undangan di KPP Pratama Samarinda Rp 3.902.000,-

Total: Rp 54.835.900,-

Kadis Kominfo Tantang Adakan Aplikasi Pajak Online

Berita Sebelumnya

Ancaman Potong TTP Ternyata "Enggak Ngaruh" Pegawai Mangkir Apel, Sekkot Wacanakan Finger Print di Lapangan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar