145 Kali

SAMARINDA. Akhirnya para prajurit beserta keluarga yang menghuni Asrama Batalyon Zeni Tempur Ananta Dharma (Yon zipur 17/AD) di kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, bisa bernafas lega setelah adanya solusi untuk persoalan air bersih, dengan dibangunkan intake PDAM di Makroman.

Hal ini terungkap dalam kunjungan walikota Samarinda H Syaharie Jaang yang langsung didampingi Dandim 0901 M Bahrodin, Camat Sambutan Nofiansyah Hendra Hakim, Lurah Sungai Kapih Achmad Ridjani, Lurah Sindang Sari berserta Direktur Utama PDAM Nor Wahid Hasyim, Direktur Umum PDAM Yusfian Noor, Direktur Teknik Ali Rachman AS meninjau langsung asrama prajurit Batalyon Zeni Tempur Ananta Dharma (Yon zipur 17/AD) di Desa Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Selasa (23/04).

Jaang beserta rombongan disambut Lettu Czi Muh. Angga Kusuma mewakili Komandan Yon Zipur 17/AD ketika memasuki Asrama Yon Zipur 17/AD.

Pada saat peninjauan ini Walikota mendapat penjelasan dari Lettu Czi Muh. Angga Kusuma mengatakan bahwa asrama sudah dihuni 100 lebih prajurit yang sudah berkeluarga dan yang masih bujang (belum menikah).

“Asrama di sini sudah diisi sekitar 100 an prajurit yang sudah menikah dan yang masih bujang, dan nanti akan bertambah lagi sekitar 280 an prajurit dalam waktu dekat ini,” ucap Angga.

Angga melanjutkan, pembangunan Masjid Al – Ikhlas yang berada di Komplek Asrama sudah rampung pengerjaannya, hanya saja belum selesai di bagian taman dan belum terpasang paving block.

“Masjid Al Ikhlas juga sudah selesai, tinggal taman bermain anak-anak dan dipasangi paving block, karena masjid tidak hanya digunakan para prajurit yang tinggal di asrama, warga setempat juga sudah mulai menggunakan Masjid ini, seperti saat shalat Idul Fitri,” terang Angga.

Ketersediaan air bersih juga diungkapkan Angga saat mengajak Walikota Samarinda mengecek kondisi asrama, rumah dinas dan masjid di komplek tersebut. 

Angga katakan perlunya air bersih untuk para prajurit yang tinggal di asrama.

Mendengar keluhan itu, Direktur Utama Nor Wahid Hasyim mengatakan akan membangun intake untuk keperluan air bersih di asrama dan sekitarnya.

“Tahun ini kami akan membangun instalasi didekat penangkaran buaya, dan perkiraan penyelesaian sekitar 6 bulan,” kata Nor Wahid Hasyim.

Sementara Walikota Samarinda mengatakan alasan mengapa asrama dibangun di daerah Makroman agar dapat berkembang nantinya.

“Kenapa dibangun disini, agar disini nanti pembangunannya bisa berkembang dan menjadi daya tarik, yang kedua daerah sini menjadi akses menuju sungai siring, jadi prajurit dan warga sekitar kalau mau ke bandara tidak perlu masuk dan melewati kota yang suatu waktu bisa crowded (macet),” harap Jaang.

Usai meninjau Asrama Yon Zipur 17/AD, orang nomor satu di Kota Samarinda beserta rombongan menuju ke kantor DPMPTSP Jalan Basuki Rahmat untuk mengecek kembali kesiapan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang dalam waktu dekat ini direncanakan akan diresmikan oleh MenpanRB Syafrudin.

Kepala DPMPTSP Akhmad Maulana mengatakan, kesiapan MPP sudah bisa dipastikan siap diresmikan.

“Sebelumnya pembuatan Pasport dan perpanjang Surat Ijin Mengemudi (SIM) belum bisa, kini masyarakat Samarinda sudah bisa mengurusnya disini,” kata Maulana semangat.(kmf13)

Penulis: Ferdi

Bersama Wagub, Jaang Tinjau Proyek Jalan Tol

Berita Sebelumnya

Pasokan Bapokting Stabil Jelang Ramadhan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar