78 Kali

SAMARINDA. Pembukaan Desa Sadar Kerukunan atau Kampung Toleransi Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan diresmikan Wakil Walikota Samarinda M. Barkati di halaman Masjid Al-Misbah Sindang Sari, Rabu (23/10).

Dalam sambutannya Barkati menyampaikan supaya acara ini tidak hanya dijadikan seremonial saja, tetapi bisa berkelanjutan dan diimplementasikan dengan kesadaran masyarakat agar Samarinda ini bisa terhindar dari berbagai musibah yang tidak diinginkan.

“Kita dilahirkan itu namanya sudah takdir mau suku apa, agama apa itu sudah takdir. Kalau boleh memilih pasti saya akan minta lahir di Mekkah,” canda Barkati.

Menurutnya kunci utama harus saling menghormati, baik itu beda suku atau agama.

“Saya yakin setiap agama pasti mengajarkan akan pentingnya bertoleransi, hormat menghormati. Hidup rukun damai bersama-sama, meski beda keyakinan dan suku. Kalau ada masalah harap lekas dinasehati. Mungkin bisa cepat minta maaf atau yang lainnya,” jelasnya.

Kampung Toleransi ini juga sebagai pencegahan dari hal-hal yang bersifat negatif.

“Kita ingin dengan adanya Kampung Toleransi ini jangan dijadikan seremonial saja tetapi harus diimplementasikan pada masyarakat luas. Memang Sindang Sari mulai dulu sudah terkenal damainya, buktinya sudah banyak penghargaan yang diperolehnya mulai dari tingkat Kota Samarinda, Provinsi bahkan Nasional. Hal itu menandakan Kelurahan Sindang Sari sangat berhasil menyatukan berbagai suku, agama hidup secara damai dan berdampingan. Malah yang harus kita waspadai adalah pendatang yang tanpa sepengatahuan kita bisa membawa hal-hal negatif yang bisa mengusik kedamaian Sindang Sari," katanya.

Menurutnya, jika warganya tidak perduli tidak akan bisa menciptakan suasana damai. Oleh sebab itu, kedamaian ini harus terus ditularkan sampai pada kecamatan lain di Samarinda.

"Peran masyarakat sangat diharapkan karena bukan hanya kewajiban aparat penegak hukum saja, semua masyarakat harus peduli dengan toleransi,” terang Barkati.

Sementara Kapolres Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto juga membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Wakil Walikota Samarinda tersebut.

“Kami yakin setelah acara ini pasti akan viral daerah lainnya diharapkan menyusul, sehingga ini bisa mempengaruhi suasana kedamaian Kota Samarinda. Sedangkan untuk bapak/ibu yang sudah dikukuhkan akan memberi warna. Kalau tidak ada toleransi seperti ini akan mudah timbul konflik-konflik yang awalnya sepele saja, tetapi bisa berkembang menjadi besar,” ujar Vendra.

Ditambahkan oleh Camat Sambutan Noviansyah bahwasanya di Sindang Sari sendiri sudah lama masyarakatnya melakukan toleransi beragama dimana saling hormat-menghormati. Seperti di Sindang Sari ada gereja yang sudah ada izinnya dikelilingi oleh masyarakat muslim tidak ada masalah.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Kapolres Samarinda, mewakili Polda, Kodim 0901/Samarinda, Kemenag, Kapolsek Samarinda Ilir, Danramil, Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda, Kaltim, Lurah se-Kecamatan Sambutan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Agama dan undangan terkait lainnya. (kmf5)

Penulis: Afdani --Editor: Doni

Wawali Launching Empat Kampung KB di Samarinda Kota

Berita Sebelumnya

Raih WTP 5 Kali Berturut, Samarinda Diganjar Penghargaan Dari Menkeu

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar