1067 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjuk kota Samarinda sebagai pilot project dalam pelayanan dasar terhadap pengendalian wabah zoonosis.

Public Hearing nya pun dilakukan Rabu (27/7/2022) pagi tadi, di gedung Balai Kota dengan melibatkan para pegawai Dinas Pertanian di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur.

Wabah Zoonosis sendiri merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya, dimana disebabkan oleh mikroorganisme parasit yang dapat berupa bakteri, virus, jamur, serta parasit seperti protozoa dan cacing.


Sub Koordinator Kelembagaan dan Sumber Daya Kesehatan Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Drh Baiq Yunita dalam paparannya menjelaskan kegiatan public hearing di daerah ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pemerintah kota dan provinsi dalam memberikan pemahaman secara teknis terkait memberikan standar pelayanan minimal (SPM) mencegah, mendeteksi dan mengatasi wabah zoonosis.

“Harapannya dari public hearing tadi bisa ada peningkatan inisiatif pemerintah tentang kolaborasi multi sektoral serta ada tambahan ide untuk konsep

SPM penyakit hewan lainnya yang berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat umum,” tuturnya.

Ia menambahkan selain Kota Samarinda, pihaknya juga menunjuk Kabupaten Paser sebagai pilot project untuk standar pelayanan dasar wabah penyakit tersebut. Di Indonesia sendiri sebutnya ada 5 jenis penyakit prioritas berpotensi wabah, diantaranya yaitu rabies, flu burung, leptospirosis, bruselosis dan antraks.


Sementara, Pj Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Ali Fitri Noor saat membuka public hearing tadi menyambut baik inisiatif Kementerian Pertanian RI yang menjadikan Samarinda sebagai pilot project dalam menghimpun masukkan untuk penyusunan draft terkait standar teknis pelayanan minimum di bidang kesehatan hewan.

Menurut Ali Fitri yang juga menjabat sebagai Asisten II ini, Samarinda sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sangat berkepentingan dalam pemenuhan pangan khususnya pangan asal hewan yang merupakan kebutuhan dasar paling utama. 

Sehingga kebijakan Pemkot dalam menjamin ketersediaan pangan asal hewan tadi harus dapat diimplementasikan dengan tetap mengutamakan kesehatan akan hewan ternak tersebut.

“Saat ini kami juga tengah menyusun rencana pengembangan terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah yang lebih modern dengan berbagai sarananya  yang higenis diatas lahan 28 hektar. Tahun 2023 akan kita alokasi anggaran fisiknya,” kata Ali.


Hal ini maksudnya sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan kota tepian dengan daerah lain dalam pemenuhan pangan hewan terutama daging yang tidak menutup kemungkinan menjadi potensi terhadap penyebaran wabah zoonosis.

“Semoga dengan public hearing yang digelar hari ini bisa menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kinerja hingga respon cepat dan terukur terhadap tindakan pencegahan, deteksi dini terhadap penyakit menular pada hewan yang mengancam kesehatan dan ekonomi warga,”harapnya.

Hadir pagi itu, Senior Technical Zoonosis Prevention and Control FAO, Ahmad Ghozali dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim Munawwar.(CHA/KMF-SMD)

Pemkot Samarinda Gelar Gebyar Hari Anak Nasional 2022

Berita Sebelumnya

Rinda Raih Penghargaan Tokoh Peduli UMKM Kaltim

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar