24 Kali

SAMARINDA. Keputusan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang beberapa waktu lalu telah menunda pembelajaran tatap muka melihat kondisi persentasi angka kasus penularan Covid-19 di Samarinda cenderung naik turun, dikecualikan khusus di daerah Berambai.

 

Seperti diketahui pembelajaran tatap muka antara guru dan murid diganti dengan pembelajaran secara daring. Implementasi pembelajaran  jarak jauh  antara  guru dan siswa dengan memanfaatkan jaringan internet terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

 

Seperti yang dialami SDN 22 dan SMP 42 Sempaja Utara Berambai. Sekolahan tersebut tidak bisa menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dikarenakan daerah dengan keterbatasan jaringan internet.

 

"Saya sudah minta kepada Dinas Kominfo untuk membantu alat penguat jaringan di daerah ini, dan juga kepada Dinas Pendidikan untuk mengizinkan belajar tatap muka. karena murid-muridnya hanya yang tinggal di daerah sini saja," ungkap Jaang saat melakukan kunjungan, Kamis (7/1/2021)

 

Jadi tidak menutup kemungkinan pola belajar tatap muka di sekolah hanya bisa dilakukan pada sekolah di kawasan luar Kota Samarinda. “Tetapi juga dengan mempertimbangan berbagai hal seperti protokol kesehatan sekolah dan tinggal gurunya dimana dulu. Kalau di zona rawan kita rekomendasi untuk swab antigen dulu sebelum mengajar,“ pintanya.

 

Jaang juga tak lupa memastikan air wastafel mengalir dengan deras karena menurutnya ini bagian terpenting dalam pencegahan covid-19.

 

Intinya sambung wali kota, keputusan ini diambil bersama-sama bukan karena izin wali kota melainkan Dinas Pendidikan yang juga ikut andil dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan pelajar di Samarinda.(bar/don/kmf-smd)

 

Serahkan SK CPNS, Jaang Ingatkan Komitmen dan Moralitas

Berita Sebelumnya

Kunjungan Perdana Di Awal Tahun 2021, DPRD Kabupaten Paser Bertamu Ke Balaikota

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar