832 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Setelah meraih penghargaan sebagai Kota Inovatif dalam ajang Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2021 dari Kementerian Dalam Negeri dengan skor sangat baik. Selanjutnya, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun memasang target naik kelas menjadi Kota Terinovatif.

Hal ini disampaikan Andi Harun dalam sambutannya pada Sosialisasi Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan IGA tahun 2022 di ruang Mangkupelas Balaikota Samarinda, Jumat (5/8/2022). Mengawali kegiatan itu, terlebih dahulu kepala Bappedalitbang Samarinda Ananta Faturrazi menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Inovatif IGA Award 2021 dari Mendagri RI kepada Wali Kota Samarinda.

“Tahun 2021 lalu, Pemkot Samarinda telah berpartisipasi dan memperoleh penghargaan sebagai Kota Inovatif dengan perolehan skor 52,71 dari 32 inovasi yang diikutkan penilaian. Target selanjutnya dapat menjadi Kota Terinovatif atau Kota Sangat Inovatif,” tegas Andi Harun dalam arahannya.

Ia mengatakan kerjasama seluruh perangkat daerah sangat diperlukan dalam mewujudkan Samarinda sebagai Kota Terinovatif.

“Seluruh perangkat daerah agar mengambil peran termasuk Puskesmas, sekolah, seluruh unit organisasi  di lingkungan pemerintah wajib menyertakan satu atau dua atau beberapa jenis inovasi dalam bidang pelayanan masing-masing. Akan menjadi catatan penting bagi unit organisasi yang tidak mengindahkannya,” tegas Andi Harun.


Menurut Andi Harun arahan ini merupakan perintah resmi dari wali kota bahkan sudah jelas arahan langsung dari Kemendagri sebagai implementasi PP No 38 tahun 2017.

“Tapi bukan semata karena perintah wali kota, tapi kita ingin menjadi terbaik di organisasi kita masing-masing,” tandasnya.

Namun dirinya meyakini organisasi perangkat daerah sudah membuat inovasi atau ada juga sudah merancang membuat inovasi, tetapi belum diikut sertakan dalam penilaian IGA.

“Inovasi ini merupakan kebutuhan, ada atau tidak adanya pengukuran indeks inovasi daerah ini apalagi ada, tetap menjadi wajib dilakukan. Sebab proses kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat, tidak bisa lagi dihindari dan harus dijawab dengan inovasi,” tegasnya.

Jadi lanjutnya inovasi dilakukan bukan untuk mengejar dana insentif daerah yang telah dijanjikan pemerintah pusat bagi yang telah meraih kategori Sangat Inovatif, namun merupakan suatu kebutuhan.

“Salah satu bukti kualitas kepemimpinan, dari unit organisasi yang dipimpin adalah mampu mengurai masalah-masalah dengan salah satu caranya dengan memunculkan inovasi. Bukan hanya untuk mengurai permasalahan, inovasi yang dimunculkan juga untuk meningkatkan pelayanan publik,” tegasnya.

Ia menyakini dengan kerjasama dan dedikasi semua jajaran di lingkungan Pemkot Samarinda, kedepan kota Samarinda menjadi yang tidak hanya Cerdas tapi juga kota yang penuh dengan inovasi.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan hybird, tatap muka di ruang Mangkupelas dan virtual diikuti seluruh Lurah dan Pimpinan Puskesmas, serta diikuti pula virtual sebagai pemateri Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah BKSDN Matheos Tan dan Analis Kebijakan Ahli Pertama BKSDN Aldo Harjunanto.(DON/KMF-SMR)

Dorong Lingkungan Busui Friendly, RSUD IA Moeis Gelar Seminar ASI, Hadirkan “Tetegram” Sebagai Narasumber

Berita Sebelumnya

Lepas Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Samarinda, Ini Pesan Wali Kota

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar