50 Kali

SAMARINDA. Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi panen cabai di kelompok tani Karya Mandiri Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Senin (21/3/2021).

“Bagi saya sebagai orang yang dibesarkan di kampus pertanian, yang namanya pertanian tidak ada kata menyerah. Walaupun Samarinda sebagai kota jasa dan perindustrian,” ucap Rusmadi dalam sambutannya.

Ia mengingatkan lahan yang produktif  jangan bergerak. “Apapun kita lakukan untuk menjaga lahan produktif. Jangan berganti beton atau peruntukan lainnya,” tegas Rusmadi.

Ia mengaku merasa senang dan bahagia. Namun tentunya bukan basa basi. “Luar biasa tanaman cabe yang barusan kita panen tadi. Saya harap petani lainnya cari jenis seperti ini.

Biasa 2 bulan panen, ini 4 bulan tapi bagus dan panennya bisa bertahan 2 tahun,” tandasnya.

Menurutnya ini penting, karena cabe merupakan komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.

“Khusus cabe mestinya harus menjadi gerakan bagi kita. Terlebih Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan. Apalagi menjelang puasa,” kata Rusmadi yang pernah menjabat Dekan Fakultas Pertanian Unmul.

Ia mengungkapkan pula cabe, ayam potong, bawang putih, bawang merah masih didatangkan dari luar daerah.

“Padahal kita masih ada lahan-lahan luas. Kalau masih mendatangkan dari luar berarti Dinas terkait tidak maksimal bekerja,” imbuh ketua IKA Unmul Fakultas Pertanian.

Bahkan Wawali menekankan tidak akan hadir ke panen kalau tidak ada setetes bantuan dari pemerintah.

Ia memohon pula dengan Fakultas Pertanian agar dibangun pilot project bersama Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.

Apresiasi juga disampaikan anggota DPRD Samarinda Laila Fatihah yang hadir bersama Jasno.

“Sebagai anggota dari Dapil Palaran, Samarinda Seberang dan Loa Janan Ilir, yang mana merupakan kawasan pertanian. Mulai dari periode sebelumnya kami selalu komitmen mensupport melalui dukungan penganggaran. Tentunya kami bangga kalau pertanian di sini terus maju dan petani sejahtera,” ungkap Laila yang juga dari Komisi II.

Ia berjanji akan mensupport melalui Pokirnya. Namun ia meminta komitmen petani agar bantuan tidak terus menerus, tapi sampai bisa mandiri.

Jasno pun mendukung program 100 hari kerja termasuk di program pertanian. Namun diharapkannya semangat terus.

Ia juga meminta agar Dinas Pertanian terus hadir bersama petani.

Kepala Dinas Pertanian Endang Liansyah cabe yang dipanen wawali seluas 20x60 meter milik pribadi dari kelompok Tani Karya Mandiri.

Menurutnya untuk panen perdana sempat 51 kg, dan yang panen sekarang 45 kg.

“Khusus cabe di Simpang Pasir seluas 2,5 hektar dan total di Palaran 3,9 hektar. Namun datanya bermain karena setelah panen cabe berikutnya ditanam terong dan lainnya. Baru tanam cabe lagi,” terang Endang.(DON/KMF-SMD).

 

Mulai Rabu Nanti 40 Kader Ulama Kota Samarinda Bakal Diberangkatkan ke Hadramaut Yaman

Berita Sebelumnya

HKG PKK Kaltim Ke-49, Samarinda Target Juara Umum

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar