47 Kali

SAMARINDA. Lokakarya Penilaian Kabupaten/Kota Tangguh Bencana Kota Samarinda 22-24 September 2020 resmi ditutup Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Tejo Sutarnoto.

 

“Pelaksanaan kegiatan ini salah satu bentuk implementasi dukungan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengurangan resiko bencana di Kota Samarinda, supaya bersama-sama meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Tak lupa juga saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh peserta yang mengikuti lokakarya ini. Perangkat pengukuran dan penilaian scoring disusun dalam 10 langkah untuk membangun kota tangguh bencana dan perangkat ini pertama dikembangkan dari sebagian kerangka aksi,” katanya.

 

Ia mengatakan Kota Samarinda masuk dalam Pelaksanaan Penilaian Ketangguhan Sistem Kesehatan Masyarakat Kabupaten/Kota dan menghadapi Bencana termasuk Kota Semarang, Kabupaten Badung dan Kabupaten Lumajang yang diselenggarakan oleh BNPB.

 

Sementara itu Direktur Pengembangan Strategis BNPB, Agus Wibowo yang tersambung melalui video conference menambahkan membangun ketangguhan Kabupaten/Kota adalah sesuatu yang sangat penting. Karena diprediksi untuk tahun ini sampai tahun 2021 selain ada Covid-19 akan menghadapi air hujan yang begitu banyak secara terus menerus. Kota tangguh adalah kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan bencana.

 

“Dalam Lokakarya ini, maka kita ketahui apa yang lebih dan apa yang kurang. Dari assesment ini bisa menjadi panduan dalam menghadapi bencana. Untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengikuti lokakarya ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja,” pesannya.

 

Ditegaskannya penanggulangan bencana adalah urusan bersama seluruh tenaga yang terlibat tidak bisa ditangani atau dikerjakan semua oleh BPBD atau salah satu OPD saja. Karena masing-masing OPD tentu ada porsi dan tugasnya yang berbeda-beda. Sangat banyak sekali manfaat dari lokakarya ini, salah satunya bisa untuk membuat perencanaan, bisa memberi kesempatan kabupaten/kota untuk berbagi pengalaman dalam mengatasi bencana, juga bisa sebagai panduan kelebihannya apa kekurangannya apa.

 

“Program kepala daerah juga sangat penting karena untuk mengimplementasikan penanggulangan bencana di daerah. Selain itu, kita perlu membuat data karena itu yang sangat penting untuk bahan evaluasi,” pungkasnya. 

 

Mengikuti acara Lokakarya tersebut BNPB Pusat, BPBD Provinsi Kaltim, BPBD Kota Samarinda, mewakili Kodim 0901 Samarinda, mewakili Polres Kota Samarinda, Kepala BMKG Kota Samarinda, Kepala OPD peserta lokakarya, Kepala Rumah Sakit dan Puskesmas, serta pejabat struktural di lingkungan Pemkot Kota Samarinda. (bay/don/kmf-smd)



Samarinda Bakal Gunakan Teknologi Pengolahan Air Limbah

Berita Sebelumnya

Malam Hari, 101 Orang Terjaring Razia Di Samarinda Utara, Termasuk Bermasker di Dagu

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar