834 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Sekretariat Kota Samarinda Sam Syaimun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda Desy Damayanti dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda Ananta Fathurrozi langsung turun ke lapangan melihat situasi jalan, drainase dan kondisi longsor yang ada di Gunung Manggah, Selasa (04/10/2022).

Kali ini Wali Kota memilih beberapa titik diantaranya Jalan Pramuka, Jalan Gelatik, Jalan Belatuk dan sekitarnya kemudian Jalan Pemuda dan berakhir di Gunung Manggah Jalan Otto Iskandar Dinata.


Dari hasil kunjungannya tersebut, Wali Kota menjelaskan pada pembahasan APBD Perubahan beberapa waktu lalu, dirinya memerintahkan Kepala Dinas PUPR agar segera melakukan perbaikan jalan di Jalan Pramuka. Selain meninjau jalan, Wali Kota juga meninjau beberapa drainase di sepanjang Jalan Pramuka hingga pertigaan Jalan Perjuangan dan Kampus Universitas Mulawarman (Unmul).

“Di anggaran perubahan ini kita akan intervensi dibelakang Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul, karena halaman parkir Fakultas itu tadinya saluran air, setelah kita koordinasikan dengan pihak Unmul 5 bulan lalu, Unmul masih memiliki tanah dibelakangnya, nah inilah yang akan kita intervensi untuk memastikan saluran airnya bisa terbuang ke Karang Mumus,” ujar Andi Harun.

Kemudian Andi Harun melakukan pengecekan pompa air yang ada di Jalan Gelatik. Dirinya mengaku penasaran lantaran masih ada genangan air di kawasan Gelatik, Belatuk, termasuk daerah Pemuda padahal daerah tersebut sudah dipasang pompa.


“Saya minta tadi untuk di tes pompanya ternyata kan berfungsi dengan baik, namun kenapa masih terjadi genangan serius di daerah Pemuda, ternyata selama ini dugaan saya benar, bahwa memang daerah Pemuda baru bisa kita atasi secara sempurna apabila dilakukan pembangunan turap di sepanjang pinggir sungai karang mumus sisi Pramuka,” ucap Andi Harun.

Namun untuk melakukan penurapan, saat ini ada permasalahan sosial yakni ada masyarakat yang menghuni dibantaran sungai tersebut. Menurutnya apabila tidak dibangun turap maka masalah banjir di kawasan Pemuda tidak akan pernah selesai.

Kemudian untuk daerah Gunung Manggah, lanjut Andi Harun, longsoran yang di daerah tersebut akibat dari tekanan air dari atas Gunung Manggah. Dirinya juga meminta kepada puhak PUPR untuk mempelajari secara teknis.


“Kita juga akan melakukan penataan disisi kiri dan kanan kawasan Gunung Manggah, karena disini kerap terjadi kecelakaan, saya bahkan meninjau arah menuju ke Sambutan dan meminta kepada PUPR agar sedikit dilebarkan, namun kendalanya jalan tersebut milik Provinsi, nanti kita komunikasikan dengan Provinsi agar kita bisa menekan angka kecelakaan disitu, walaupun kita sudah merencanakan pembangunan terowongan tetapi jalan yang lama ini tetap harus kita tata,” kata dia.

Orang nomor satu di Kota Samarinda ini sempat geram lantaran masih mendapati kendaraan yang parkir di bahu jalan Otto Iskandar Dinata.

“Sebenarnya tadi bukan tujuan utama, hanya mampir karena saya melihat ada 2 lapis parkir hingga ke bahu jalan, padahal disitu dilarang, saya menduga ada jukir liar yang melakukan Pungli (Pungutan Liar) parkir disitu, saya berharap ada kerja sama dari masyarakat, karena Dishub dan Satpol PP kan terbatas, jadi pengawasan yang paling efektif itu adalah pengawasan dari masyarakat, karena daerah itu sudah ditetapkan kawasan yang tidak boleh parkir dua lapis dan kawasan yang bebas dari jukir,” tutupnya. (FER/KMF-SMR).

Pemkot Samarinda Miliki Dashboard Portal Satu Data

Berita Sebelumnya

Tim PUPR Expose Masterplan DED Kawasan Citra Niaga dan GOR Segiri Di Depan Wali Kota

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar