1975 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS  -  Harus rela tiarap untuk melintasi beberapa kolong jembatan yang dilewati saat Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi memboyong sejumlah perangkat daerah untuk menyusuri Sungai Karang Asam Besar (SKAB). Tinjauan ini juga memastikan keseriusan Pemkot Samarinda yang berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Kementerian PUPR dalam melaksanakan kegiatan pengendalian banjir sekaligus menghilangkan kesan hanya fokus daerah terdampak sungai Karang Mumus saja.


Dalam penyusuran Selasa (5/7/2022) siang tadi, Wawali didamping Asisten II Dr Sugeng Chairuddin, kepala Bidang Bina SDA Dinas PUPR Kaltim Runandar, PPK Operasi dan Pemeliharaan 2 BWS Kalimantan IV M Anwar, kepala Satpol PP Samarinda M Darham, Kabid SDA Dinas PUPR Samarinda Rosnayadi Novida, Camat Sungai Kunjang Indah Erwati, Babinsa dan Babinkamtibmas.


Rusmadi mengemukakan berdasarkan tinjauan melalui susur sungai sekiranya dengan panjang 8 kilometer Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim dan BWS Kalimantan IV berhasil melakukan normalisasi sungai pada segmen tersebut. "Dengan panjang yang ada, normalisasi dilakukan sudah berjalan selama 3 tahun belakangan ini," ungkapnya.

Menurutnya dengan panjang sungai yang telah dinormalisasi, itu hanya sebagian dari panjang keseluruhan SKAB.

Dikatakannya masih terdapat 1,6 kilometer lagi yang hingga saat ini masih belum tersentuh kegiatan normalisasi yang disebabkan oleh hunian milik masyarakat yang ada di badan sungai. "Nah hitungannya itu mulai dari muara di Mahakam Lampion Garden (MLG) sampai ke arah hulu di daerah Lok Bahu," terangnya.


Bahkan selama susuran itu, Rusmadi mengemukakan tidak sedikit buritan rumah warga hanya berjarak 1 sampai 2 meter. “Bahkan sudah ada gantungan sampah yang siap dibuang,” tegasnya kecewa.

Direncanakan pada tahun ini Pemkot Samarinda akan menangani dari sisi dampak sosial yaitu mengenai pembebasan lahan dalam rangka mendukung normalisasi sungai, menurutnya upaya itu tidak hanya dilakukan untuk penanganan banjir. "Jadi mari kita jaga sungai kita karena bersih itu indah," tandasnya. 

Oleh karena itu, Rusmadi sangat mengharapkan dukungan warga dalam mendukung rencana pembebasan lahan demi mendukung program normalisasi tersebut.(DON/CHA/KMF-SMR)


Samarinda Masuk Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak Tahun 2022 Dari Kementerian PPPA

Berita Sebelumnya

Wawali Sidak Jelang Idul Adha, Lombok Rp 100 Ribu/Kg, Bawang Merah Merayap Turun Rp 40 Ribu/Kg

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar