44 Kali

SAMARINDA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menganggarkan sebesar Rp 10 Miliar di APBD murni tahun 2021 untuk melanjutkan pembongkaran di Segmen Pasar Segiri II dan dan pembebasan lahan Sungai Mati di jalan DI Pandjaitan dan PM Noor.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan jika di triwulan pertama Januari target dua proyek tadi sudah mulai dikerjakan. Sehingga jumlah anggaran yang disebutkan tadi dioptimalkan untuk pembebasan lahan dan penanganan dampak sosial.

 

“Jadi saya minta bulan Januari pekerjaan ini sudah bisa mulai digas,”kata Sekda ketika memimpin rapat koordinasi persiapan penangan dampak sosial untuk segmen pasar Segiri II dan Sungai Mati, Kamis (7/1) di balaikota.

 

Menurutnya kenapa aksi tadi harus segera dilakukan, karena khusus untuk segmen Segiri, pengerjaan penurapan juga segera dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Sambil menunggu tahap tender dan evaluasi dengan pagu anggaran sebesar Rp 39 Miliar dari pemerintah pusat. Sehingga di Januari merupakan momen tepat untuk melanjutkan pembongkaran bangunan rumah yang sempat tertunda pada Desember kemarin.

 

Oleh itu, ia meminta aksi tadi jangan sampai lambat untuk dilakukan karena bisa memberi kesempatan kepada warga untuk mendirikan bangunan baru.

 

“Kalau bisa segera prioritaskan untuk dikerjakan di Segmen Segiri II. Karena depan Pasar Segiri nanti akan kita bangun kantor kelurahan baru,”pintanya.

 

Terkait sungai mati sendiri di jalan DI Pandjaitan sambung Sugeng, perencanaan sudah dibuat sehingga eksekusi pengantian lahan warga bisa dilakukan mulai akhir Februari hingga Maret. Jadi saat ini pihaknya segera mensosialisasikan kepada warga yang dilakukan oleh pihak Kecamatan dan Kelurahan.

 

Harapannya, agar program tadi bisa berjalan sesuai rencana, ia minta Organiasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat bisa mengambil sesuai peranannya masing-masing. Seperti kata dia, Dinas Perkim mengambil perannya untuk penanganan kawasan kumuh sementara Bappeda bagian pada penganggarannya. Karena kata dia pada ujungnya tujuannya sama yakni, penanganan banjir teratasi sambil kawasan kumuh dibenahi.

 

“Jadi kita saling supportlah (dukung, red) ya untuk pekerjaan rumah yang belum selesai ini. Karena untuk melakukan kerja ini kita juga didukung oleh Pemerintah Provinsi,”tutup Sugeng.(cha/don/kmf-smd)

Kunjungan Perdana Di Awal Tahun 2021, DPRD Kabupaten Paser Bertamu Ke Balaikota

Berita Sebelumnya

Di akhir Jabatan, Jaang Akan Resmikan Intake Makroman dan Sungai Kapih

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar