70 Kali

SAMARINDA-Keinginan investor asal Jakarta ingin membangun arena permainan Bianglala dan sarana Kereta Gantung di Puncak Selili, Kecamatan Samarinda Ilir mendapat respon positif dari Pemkot Samarinda.

 

Maklum, nama bukit atau puncak Selili sendiri kini tengah tenar bagi warga Kota Tepian, karena selain tempat wisata, di bukit ini warga kerap melakukan piknik sambil menikmati pemandangan kota yang dibelah sungai Mahakam di kala malam hari.

 

Wali Kota Samarinda, DR H Andi Harun menyambut baik niatan investor yang ingin mewujudkan taman wisata bertaraf nasional tadi di Kota Tepian.

 

Bahkan jika ada investor yang ingin serius, mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini terlebih dahulu minta ditunjukan portofolio perusahaan yang ingin membangun.

 

“Maksudnya supaya kami (Pemkot,red) betul-betul dihadapkan dengan perusahaan yang memang profesional dalam bidang ini. Jangan perusahaan yang ketika izin sudah keluar baru kelabakan cari pinjaman dana ke Bank,” singgung Wali Kota usai mendengarkan proyek pembangunan taman wisata Bukit Selili, oleh PT Graha Mahkota Indah, Selasa (23/3) sore di Balaikota.

 

Tak itu saja, Andi Harun juga menyambut positif niatan investor yang ingin menghibahkan 3 hektar lahan kepada Pemkot untuk dijadikan jalan alternatif bagi masyarakat dari 18 hektar lahan yang akan dibangun tempat wisata nanti.

 

Artinya menurut dia langkah ini sudah sejalan dengan program Pemerintah yang ingin membangun fly over untuk menghubungkan gunung manggah hingga jalan Hidayatullah tahun depan.

 

“Kalau hibah ini bisa dilakukan lebih dahulu justru lebih baik sebelum proses pembangunan,” celetuknya.

 

Ia mengingatkan kepada pengembang nanti sebelum memulai aktifitas membangun agar segera mengurus izin teknis kepada OPD yang berkaitan, seperti Badan Lingkungan Hidup dan PUPR.

 

Karena prosedur dalam membangun, izin lingkungan yang dikantongi harus berkesesuaian dengan tata ruang perkotaan. Serta tambah dia beriringan dengan ruang terbuka hijau. Karena dari 18 hektar lahan yang digarap nanti tidak semua bisa dibuka untuk area wisata dan lahan pemukiman, mengingat ada persentase yang mengatur untuk menyisihkan ruang terbuka hijau.

 

“Intinya kita harus menyambut positif jika ada yang berkeinginan investasi konsep ini di Samarinda, karena ada nilai positifnya, selain memajukan sektor wisata dan ekonomi kreatif nantinya juga bagian dalam mewujudkan kota tanpa kumuh di Samarinda,” ungkapnya didampingi Sekda dan Asisten II di lingkungan sekretariat Samarinda.

 

Sementara, konsep yang dipaparkan oleh PT Graha Mahkota Indah selaku pengembang sore itu, menawarkan selain menyulap Bukit Selili menjadi taman wisata yang dilengkapi dengan arena permainan Bianglala dan Kereta Gantung yang bakal menghubungkan Bukit Selili hingga ke jalan Gajah Mada, juga menawarkan konsep hunian rumah modern yang dilengkapi dengan fasilitas taman bunga. Cha/KMF-SMD

 

Ramadhan Semakin Dekat Wali Kota Tuntut PDAM Untuk Memenuhi Kebutuhan Warga

Berita Sebelumnya

Temui Wali Kota, Warga Transmigran Keluhkan Masalah Banjir

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar